Review: Rurouni Kenshin Trilogy – Part 2: Kyoto Inferno

Setelah sukses dengan film pertamanya, akhirnya rilis juga nih film keduanya dengan side title yang gahar: Kyoto Inferno. Like I said before, the second part of the movie is the climax. Inti cerita dan masalah utamanya tuh disini *tunjuk hati* 😛 Jadi, film kedua ini cerita yang diambil adalah pertarungan yang paling sulit dan mengesankan selama daur kehidupannya Kenshin *aiih* Ya, disini lawannya Kenshin banyak dan berat, yaitu Shishio Makoto with Juppongatana dan Aoshi Shinomori.

s

ruruoni_kenshin_the_kyoto_inferno_still

Film ini dibuka dengan adegan Kenshin sekeluarga lagi nonton teater tentang legenda Hitokiri battosai. Ya, settingnya sudah bertahun-tahun sejak film pertama sehingga Hitokiri battosai menjadi legenda bagi masyarakat Jepang. Di sisi lain, pasukan Saito Hajime lagi bergerilya menumpas pemberontakan yang dikomandoi Shishio Makoto. Shishio ini ternyata penerusnya Kenshin, atau bisa dibilang kouhai-nya. Niatnya mau mengepung tempat persembunyiannya Shishio dengan pasukan lengkap malah pasukannya habis dibantai di tempat.

akan kujadikan Kyoto seperti nerakaaaa!

akan kujadikan Kyoto seperti nerakaaaa!

Terungkaplah bahwa Shishio ingin menjadikan Kyoto sebagai lautan api (Kyoto Inferno/Neraka Kyoto). Aksinya Shishio gak main-main, bahkan Menteri Okubo Toshimichi ikut dibunuh saat perjalanan oleh tangan kanannya Shishio, Soujiro Seta. Soujiro juga menyampaikan pesan pada Kenshin, karena ia tahu bahwa Kenshin pasti dimintai tolong lagi sama pemerintah untuk menghentikannya. Dan benar, Kenshin dipanggil menghadap dan diminta menghabisi seluruh komplotannya Shishio, terlebih lagi Kenshin ini senpai-nya Shishio. Merasa prihatin dan bertanggung jawab terhadap kouhai-nya, Kenshin menyanggupi permintaan itu. Akhirnya Kenshin pergi ke Kyoto dan kemudian bergabung dengan The Hidden Watcher/Oniwabanshu (spy ninja yang dibentuk pemerintahan Shogun) untuk menggagalkan rencana Shishio. Disisi lain, muncul mantan komandan Oniwabanshu Aoshi Shinomori, yang begitu bernafsu untuk memburu Kenshin.

Soujiro the messager

Soujiro the messager

Karakter yang baru antara lain:

rurouni-kenshin-kyoto-infernoShishio Makoto (Fujiwara Tatsuya)
Kouhai dan penerus Hitokiri battosai, yang kemampuannya setara dengan Kenshin. Bedanya, Shishio memang menikmati pekerjaannya sebagai battosai. Ia dendam pada pemerintah karena telah mengkhianatinya – bahkan membakarnya. Shishio diperlakukan sebegitu kejamnya oleh pemerintah baru (Meiji) karena dianggap terlalu tahu banyak tentang sisi gelap pemerintahan. Shishio ‘ditusuk dari belakang’ dan ikut dibakar dengan mayat lainnya, padahal ia masih hidup! Untungnya salju turun sehingga api padam dan Shishio selamat. Dengan keadaan mengenaskan, Shishio pun bertahan hidup. Tubuhnya 100% luka bakar sampai-sampai kelenjar keringatnya habis. Karena gak bisa berkeringat lagi, Shishio merasakan panas yang luar biasa (karena panasnya ketahan dalam tubuh dan gak bisa dikeluarkan lewat keringat) dan sangat berisiko kematian. Sebelum waktunya tiba, ia ingin balas dendam. Untuk mewujudkan rencananya, Shishio mengumpulkan samurai hebat lainnya yang juga sama-sama dendam pada pemerintah (membentuk Juppongatana) dan melakukan aksi pemberontakan yang nantinya berujung pada klimaksnya, yaitu membakar Kyoto. Uniknya, Shishio masih manggil Kenshin dengan sebutan ‘senpai’, entah maksudnya sarkasme atau respect.

Soujiro Seta (Ryunosuke Kamiki)

Rurouni_Kenshin-_The_Great_Kyoto_Fire_Arc_-010

Anggota Juppongatana yang juga tangan kanannya Shishio. Ganteng banget dan gemar bersedekah alias suka senyum. Ngebantai orang pun masih senyum ketawa-ketiwi *aaaah ngeri tapi kawaii <3* Tapi sebenarnya senyumnya itu kosong. Walau masih muda, kemampuannya hampir setara dengan Shishio, dan paling cepat diantara member Juppongatana. Soujiro sukses mematahkan sakabatou menjadi dua dan sukses pula membuat Kenshin down. Motto hidupnya Soujiro “if you’re strong you live, if you’re weak you die”.

Aoshi Shinomori (Yusuke Iseya)

Aoshi_Shinomori_in_live_actionDulunya leader dari The Hidden Watcher (Oniwabanshu) yang begitu dielu-elukan oleh anak-buahnya. Nah, tokoh Aoshi ini ternyata beda banget waktu kemunculannya dengan naskah aslinya di manga. Di manga, Aoshi bekerja pada Kanryu Takeda dan ditugaskan untuk memburu Megumi Takani (di film perannya diambil alih oleh Jinei). Saat Kenshin datang menyelamatkan Megumi, terjadilah battle yang seru, tapi ternyata Kanryu berkhianat dan menembaki Aoshi dan anak buahnya. Anak buah Aoshi mengorbankan nyawanya agar Aoshi gak ikut ketembak. Kanryu kemudian kabur ketika Kenshin ingin menghajarnya. Melihat semua anak buahnya gugur, ia makin bernafsu untuk membunuh Kenshin agar julukan ninja terhebat yang disematkan para anak buah kepadanya gak sia-sia (dengan kata lain, Aoshi ingin mengaktualisasikan dirinya sesuai dengan ekspektasi orang lain). Makanya, ia jadi ‘gila’ dan dipikirannya cuma ada satu: bunuh Kenshin. Ia udah gak peduli lagi sama orang lain, termasuk tetuanya Kashiwazaki Nenji dan Misao. Nah, di film ceritanya dibuat beda karena Kanryu udah terlanjur ditangkap di film pertamanya, kasus penembakan anak buahnya ini dilakukan oleh pemerintah.

Kashiwazaki Nenji / Okina (Min Tanaka)

Kenshin-Live-action-Aoshi-vs-Okina-03

The Hidden Watcher ini semacam spy ninja yang ditugaskan untuk menjaga Edo Castle (dibentuk oleh pemerintahan lama/Shogun) dan Okina adalah salah satu ninja hebat yang tergabung didalamnya. Sebenarnya Okina akan dijadikan leader Oniwabanshu penerus leader sebelumnya (kakeknya Misao) tetapi ia menolaknya dan merekomendasikan Aoshi karena merasa dirinya sudah tua. Setelah pensiun, ia hidup tenang di markas Oniwabanshu yang dikamuflase menjadi hotel dan membesarkan Misao. Okina dikenal sebagai petarung handal dan ahli strategi. Jaringannya juga luas dan hal ini yang sangat berguna dalam perlawanan terhadap Shishio.

Makimachi Misao (Tao Tsuchiya)

news_large_misao034a1924Misao adalah cucu dari leader Oniwabanshu terdahulu dan kini dibesarkan oleh Okina. Dalam film, Misao bertemu Kenshin pertama kali saat Kenshin dalam perjalanan menuju Kyoto, dimana Misao mengendap-endap mau mencuri pedang Kenshin. Adegannya lucu banget, Misao yang polos kayak anak kecil main kejar-kejaran plus petak umpet demi membawa kabur pedangnya Kenshin. Kemudian mereka menjadi teman seperjalanan, dan saat hampir sampai di Desa Shingetsu, mereka menemukan seorang anak kecil. Anak kecil ini membawa mereka ke kakaknya yang sedang sekarat karena dibantai oleh pasukannya Shishio. Setelah melihat Kenshin dengan tangguhnya bertarung melawan pasukan Shishio dan membebaskan desa, ia baru tahu kalau Kenshin adalah si battosai legendaris dan mengajaknya menemui Okina.

pembebasan Desa Shingeki

pembebasan Desa Shingetsu

Berkat Misao, Kenshin mendapat tambahan tenaga dari Oniwabanshu dan bersama-sama menyusun strategi untuk melawan Shishio. Dalam film ini, Misao tampak memiliki perasaan terhadap Aoshi dan berusaha mencari Aoshi semenjak ia menghilang. Di manga, Aoshi (yang saat itu menjadi leader) dan anak buahnya diamanahkan untuk merawat Misao dan Misao naksir sama salah satu anak buahnya (gak ada dalam film).

Rurouni_Kenshin-_The_Great_Kyoto_Fire_Arc-a01

11Action-packed-Rurouni-Kenshin-Kyoto-Inferno.

Film sekuel ini EPIC banget. Penuh dengan adegan fighting dan ledakan dimana-mana, pertarungan mendebarkan, dan humornya juga dapat. Yang kebagian peran mengocok perut kali ini bukan Sanosuke aja, tapi ada Misao juga hahaha. Kali ini ada sinyal-sinyal romance juga saat Kenshin pamitan kepada Kaoru untuk pergi ke Kyoto tapi sayangnya scene-nya beda sama anime, gak ada kunang-kunangnya jadi kurang romantis hehehe.

mana kunang-kunangnya??

mana kunang-kunangnya??

Fujiwara Tatsuya sukses bikin merinding dengan penampilannya yang horror tapi berkharisma. Ryunosuke Kamiki juga sukses memerankan Soujiro Seta dengan senyumnya yang manis tapi mematikan *lebay* Adegan fighting-nya Kenshin vs Soujiro jadi juara di film ini, kereeeeen banget! Dan Satoh Takeru mampu menampilkan kegamangan Kenshin setelah pedangnya berhasil dipatahkan oleh Soujiro. Udah nge-down karena pedang patah, ternyata si pembuat pedangnya, Arai Seiku udah meninggal. Loh, jadi gimana dong nasibnya Kenshin?

eh ada kameramen-nya hahaha :D

eh ada kameramen-nya hahaha 😀

Shishio's Ten Swords

Shishio’s Ten Swords

Nah, yang ditunggu-tunggu juga sama pecinta manga dan animenya adalah Juppongatana. Tapi sayangnya penampilan dari Shishio’s Ten Swords alias Juppongatana dikiiit banget, selain Soujiro cuma ditampilkan pertarungannya Kenshin vs Cho Sawagejo yang nyentrik itu. Pertarungan Kenshin dan Cho ini sangat bikin dagdigdug gegara Kenshin melawan pakai tangan kosong aja karena Kenshin gak punya pedang lagi. Dan akhirnya berkat pertarungan itu, anak dari pembuat pedang Kenshin akhirnya memberikan pedang sakabatou asli yang disimpan ayahnya. Pedang asli? Loh jadi selama ini pedangnya palsu? Penasaran? Tonton aja ya 🙂

Cho

Cho

Dibalik megahnya film kedua ini ada yang sangat mengganjal, yaitu kemunculan Aoshi. Seperti yang udah dijelasin sebelumnya, sebenarnya Aoshi ini harusnya muncul di awal cerita dan berkaitan sama Kanryu. Tapi entah apa pertimbangan pembuat filmnya jadinya Aoshi muncul di film kedua ini. Karena itulah bagi yang tahu Kenshin cuma dari filmnya aja pasti bakalan bingung, ini orang kenapa sih ngamuk-ngamuk nyariin Kenshin? Sayang banget di naskahnya gak dibuat alasan yang jelas kenapa akhirnya nasib Aoshi jadi seperti itu. Tapi adegan fighting-nya Aoshi vs Okina juga bikin sesak napas saking dagdigdugnya!

aoshi vs okina

aoshi vs okina

akankah Okina selamat?

akankah Okina selamat?

Meskipun ada plothole seperti itu, tetap gak mengurangi asyiknya nonton film ini, bahkan bikin ketagihan! Apalagi ending-nya gantung banget, jadi pengen cepat-cepat nonton film terakhirnya!

akankah Kaoru selamat?

akankah Kaoru selamat?

Bakalan rugi banget buat kamu yang gak nonton film ini. Film ini bakal bikin kamu mengakui kalau film produksi Jepang gak kalah sama bikinan Hollywood 🙂 OSTnya juga keren banget, Mighty Long Fall dari One OK Rock!
Happy watching!

kumamon!!

kumamon!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s