Review: Rurouni Kenshin Trilogy – Part 3: The Legend Ends

Well, ini dia film yang ditunggu-tunggu akhir tahun ini, yaitu The Legend Ends! Setelah melihat film keduanya yang nanggung banget endingnya, pasti pecinta RuroKen udah gak sabaran pingin cepat-cepat nonton film terakhirnya ini 🙂

Ya, seperti pakemnya film trilogy, film terakhir umumnya berkutat pada resolusi. Kita tahu di film kedua Kenshin menghadapi lawan terberatnya, yaitu Shishio Makoto (plus Juppongatana plus Aoshi Shinomori). Di samping itu Kenshin juga mengalami masa-masa sulit saat menyadari dirinya yang sekarang ini masih belum cukup kuat untuk menghadapi Shishio, bahkan mengalahkan salah satu member Juppongatana aja masih belum sanggup. Ditambah lagi hilangnya Kaoru di tengah samudera menambah kegalauan hatinya. Kita juga ikut bertanya-tanya, bagaimana solusinya? Apa yang bisa Kenshin lakukan untuk mengatasi itu semua? As always the main hero must win, but how?

Film dibuka dengan scene dimana Shinta kecil sedang mengubur banyak sekali mayat-mayat yang bergelimpangan. Lalu datanglah Seijuro Hiko yang memandangnya dengan heran, untuk apa anak kecil ini bela-belain bikin kuburan untuk semua orang ini? Setelah perdebatan panjang, Seijuro melihat ada sesuatu yang berbeda dari anak itu dan kemudian mengangkatnya sebagai murid. Ia mengganti nama anak itu dengan nama yang lebih kece, yaitu Kenshin, yang artinya a sword with a heart. Yup, dialah Kenshin, sang legendaris Hitokiri battosai.

10644891_10201754646747333_8601665435249452121_n

the beginning

Balik lagi ke masa kini, Kenshin yang terdampar di suatu pantai akhirnya terbangun dan ternyata ia diselamatkan oleh gurunya sendiri, Seijuro Hiko. Seijuro tinggal di dalam hutan sendirian dan sehari-hari pekerjaannya mencari kayu dan membuat barang-barang dari tanah liat. Seijuro sebenarnya penasaran dengan keadaannya Kenshin, gimana ceritanya ia bisa terdampar di pantai, berantakan dan babak belur kayak gitu? Apalagi sekarang Kenshin seperti orang linglung. Tiba-tiba Kenshin memohon kepada gurunya untuk mengajarkannya jurus pamungkas yang disebut High Heaven dengan muka yang sangaaat memelas. Gurunya pun menyanggupi, tetapi ia ingin berduel dulu untuk mengetahui sejauh mana kemampuan muridnya itu.

Dari duel itu tampak bahwa kemampuan Kenshin gak banyak berkembang sejak terakhir kali mereka bertemu. Kenshin selalu kalah, padahal ia melawan Seijuro yang hanya memakai ranting kayu sebagai pedangnya! Seijuro menyadari bahwa dengan kondisi emosional Kenshin yang sekarang ia gak akan bisa melakukan jurus pamungkas itu. Seijuro kemudian mengatakan pada Kenshin bahwa ia memiliki sebuah kelemahan yang fatal, dan itu menjadikannya gak akan bisa melakukan jurus High Heaven. Kenshin pun bingung, apa kelemahannya? Dan dari sinilah Kenshin merenungkan perjalanan hidupnya…

Rurouni_Kenshin-_Kyoto_Inferno-0024

Di sisi lain, Shishio mengadakan rundingan dengan PM Ito Hirobumi. Ia mengancam pemerintah akan membocorkan segala perbuatan busuknya kepada masyarakat, termasuk tentang perekrutan battosai sebagai alat mereka untuk menjatuhkan pemerintahan Shogun. Shishio mengajukan tawaran, ia akan tutup mulut asalkan Kenshin dijatuhi hukuman mati di depan umum dan dinyatakan sebagai dalang dari penyerangan selama ini (orang-orang belum tahu kalau sebenarnya terror itu didalangi oleh Shishio, makanya Kenshin mau dijadikan kambing hitam). Semua itu hasil pemikiran Hoji, the brain man of Juppongatana. Dengan ancaman seperti itu, sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui, pemerintah berhasil mereka manfaatkan, Kenshin dapat disingkirkan, dan terror bisa berlanjut karena pemerintah menyatakan Kenshin adalah pelakunya. Dan benar aja, demi pencitraan si PM itu setuju menjadikan Kenshin sebagai pelaku dari semua kerusuhan ini.

Hoji

Hoji, the brain man

Kenshin pun dijadikan buronan. Poster-posternya disebarkan ke segala penjuru dan dituliskan bahwa Kenshin adalah pelaku dari semua serangan ini. Poster itu sampai ke Sanosuke dan Oniwabanshu. Mereka geram sekaligus lega, berarti ada kemungkinan Kenshin masih hidup. Setelah serangan ke kapalnya Shishio, Kenshin dan Kaoru belum juga ditemukan. Beberapa hari kemudian, mereka mendengar kabar bahwa Kaoru ditemukan nelayan dan sekarang dirawat di rumah sakit. Di sisi lain, Okina masih sekarat akibat pertarungannya dengan Aoshi.

misao

misao

Sanosuke dan Yahiko bergiliran menjaga Kaoru di rumah sakit. Tapi saat mereka lengah, tiba-tiba Kaoru menghilang! Ternyata Kaoru pergi ke pesisir pantai. Ia bermimpi bertemu Kenshin disana. Dan kemudian mereka bertiga (Kaoru-Yahiko-Sanosuke) merasakan pertanda bahwa Kenshin memang masih hidup, dan kalau benar pasti ia akan pergi ke suatu tempat, yaitu dojo Kamiya.

kenshin.. dimanakah kau berada?

kenshin.. dimanakah kau berada?

Oke, balik lagi ke Kenshin, ternyata ia masih belum menyadari kelemahannya. Seijuro pun gemas melihatnya. Mereka pun duel lagi tapi habis-habisan, gak ada ampun lagi dan duel berakhir jika ada salah satu yang mati. Di tengah-tengah pertarungan, akhirnya Kenshin pun sadar kelemahannya, ia gak ada kemauan untuk hidup alias gak takut mati! Ya, selama ini setelah ia berhenti menjadi battosai, ia pasrah dengan hidupnya. Ia rela mengorbankan hidupnya untuk orang lain untuk menebus kesalahannya di masa lalu. Dengan kata lain, ia mengutamakan hidup orang lain diatas hidupnya sendiri. Kunci utama dari jurus High Heaven adalah TAKUT MATI alias KEMAUAN UNTUK TETAP HIDUP, so kalau masih pasrah-pasrah aja ya mana bisa menguasai jurus ini?? Kenshin akhirnya menyadarinya saat ia terdesak, hampir dibunuh Seijuro. Ya iyalah, Seijuro memang samurai terhebat!

Oniwabanshu berusaha mencari Kenshin. Berkat koneksi Okina yang luas, akhirnya mereka menemukannya di rumah Seijuro (hahaha kok bisa tahu ya?). Misao pun menjemput Kenshin dan saat kembali ke markas, mereka menunjukkan rute rahasia menuju Tokyo, special milik Oniwabanshu. Di tengah jalan, Aoshi datang menghadang. Setelah ‘menghabisi’ Okina, ia menantang Kenshin untuk duel. Kali ini diterima Kenshin dengan senang hati. Dan…. Habislah Aoshi babak belur. Kenshin pun melanjutkan perjalanannya.

Rurouni_Kenshin-_The_Legend_Ends-0007

aoshi vs kenshin.. your dreams comes true Aoshi!

aoshi vs kenshin.. your dreams comes true Aoshi!

Begitu sampai di dojo, Kenshin segera mempersiapkan diri untuk menemui Shishio dan berpamitan dengan Megumi. Megumi pun berpesan agar ia mementingkan keselamatannya dulu daripada orang lain, ia harus tetap hidup agar Megumi bisa menyembuhkannya. Tak lama, datanglah segerombol polisi mengepung dojo. Tapi kocak, mereka pada takut semua, gak ada yang berani menantang Kenshin duluan, bisanya pasang kuda-kuda aja hahahaha… akhirnya Kenshin menyerahkan diri dan ia dibawa ke ruangan perdana menteri.

t0922kenshin

Kenshin2

Kenshin meminta penjelasan menteri atas berita tersebut. PM itu menjelaskan dengan santainya apa yang Shishio katakan pada mereka *aiiiih geregetan banget sama orang itu* dan menurutnya gak ada pilihan lain selain mengorbankan Kenshin atas kesalahan yang gak ia lakukan. Kenshin pun marah dan dengan tegas mengatakan bahwa hidupnya berharga, gak bisa seenaknya aja dipermainkan, apalagi mereka yang dulu memohon-mohon agar Kenshin membereskan Shishio. Tapi Kenshin paham peluangnya kecil, untuk itu ia mengajukan rencana dan membutuhkan bantuan dari pemerintah. Nampaknya PM itu menolaknya dan hukuman mati akan tetap dijalankan.

baru nyampe euy!

oro? Kenshin mau dihukum mati?

Kenshin diarak sampai ke area pemancungan, di suatu pantai. Sepanjang perjalanan ia dilempari oleh masyarakat yang termakan isu itu. Kaoru-Yahiko-Sanosuke yang baru sampai kaget sekali melihatnya dan menyusul Kenshin ke tempat itu. Kenshin akan dieksekusi di depan Hoji dkk, sebelum dipancung hakim membacakan ‘kejahatan-kejahatan’ yang Kenshin lakukan. Tapi karena gugup, hakim itu gak bisa ngomong dengan jelas, dan Hoji langsung mengambil alih dengan gak sabaran. Algojo pun siap memenggal kepala Kenshin dan…….. terpotonglah ikatan talinya Kenshin! Ternyata algojo itu Saito! Seluruh pasukan pemerintah yang ada disana langsung sigap menyerang kubu Shishio.

Saat yang lain berfokus pada pasukan Shishio, Kenshin telah disiapkan perahu dan pasukan menuju kapal perang Shishio. Sanosuke pun ikut menerobos. Begitu sampai, mulailah peperangan seru terjadi. Untungnya ada pasukan pemerintah juga jadi kerjaan Kenshin gak begitu banyak, tinggal ditembak sana sini aja. Muncul salah satu member Juppongatana yang mirip biksu dan tentu aja Sanosuke yang ambil bagian – jotos-jotosan.. Kenshin pun bertemu Sojiro, dan battle pun kembali dimulai!

Rurouni_Kenshin-_The_Legend_Ends-0006

speed vs speed! this is it Kenshin vs Sojiro :)

speed vs speed! this is it Kenshin vs Sojiro 🙂

Selesai membereskan Sojiro, bertemulah Kenshin dengan Shishio. Shishio udah menyiapkan segalanya demi hari ini. Dengan kondisi badannya yang seperti itu, ia hanya bisa bertarung maksimal 15 menit, lewat dari itu tubuhnya akan hancur karena panas. Inilah dia pertarungan abad ini! Senpai vs Kouhai: Kenshin vs Shishio!

yihaaaa! kenshin vs shishio!

yihaaaa! kenshin vs shishio!

Shishio emang jago banget! Bahkan masih bisa ngelawan Sanosuke juga. For now, 2:1 and Shishio masih terlalu tangguh. Datanglah lagi bala bantuan, yaitu Saito, 3:1. Masih terlalu tangguh juga. Semua udah babak belur. Datanglah lagi bantuan yang gak disangka-sangka, yaitu Aoshi. And now, 4:1. Masih saja tangguh sodara-sodara! Sanosuke-Saito-Aoshi K.O semua dihajar Shishio. Tinggal Kenshin yang masih bertahan. Akhirnya ia mengeluarkan jurus pamungkasnya, High Heaven, dan jatuhlah Shishio. Ditambah dengan kondisinya yang udah lebih dari 15 menit bertarung menimbulkan efek yang serius di tubuhnya. Shishio pun akhirnya terbakar oleh tubuhnya sendiri.

1:1 saat bala bantuan belum datang..

1:1 saat bala bantuan belum datang..

the boys are on the fire! api dari meriam dan juga api dari pedangnya Shishio *matabelo*

the boys are on the fire! api dari meriam dan juga api dari pedangnya Shishio *matabelo*

Di sisi lain, saat asyik-asyiknya bertempur 4:1 itu, ada aja tingkahnya pemerintah. Salah satu komandan yang gak setuju sama rencana ini memerintahkan anak buahnya untuk menembakan meriam ke arah kapal, padahal pasukannya dan Kenshin masih di dalam semua! Ya, ia mau menenggelamkan kapal dan seisinya. Menteri terlambat menyadari hal tersebut dan kapal itu udah setengah karam sekarang. Akhirnya mereka menurunkan perahu untuk mengevakuasi Kenshin dkk dan mereka pun selamat.

Shishio vs Kenshin-Aoshi-Sanosuke-Saito

Shishio vs Kenshin-Aoshi-Sanosuke-Saito

babak belur sebelur-belurnya

babak belur sebelur-belurnya

Ya, dari review ini semoga tergambar gimana alur cerita dari film ini. Bagian awal sampai tengah cerita masih berkutat pada segala konspirasi dan perenungan Kenshin. Dan bisa dibilang alurnya terlalu lambat. Tapi itu semua dibayar di arc terakhir: pertarungan Kenshin vs Aoshi, Kenshin vs Sojiro, dan 4 lawan 1 itu yang bikin kita semua merinding. Keren banget! Apalagi yang terakhir, udah lawan 4 orang tetap aja Shishio terlalu tangguh! Benar-benar keren banget Fujiwara Tatsuya! Ia sangat berhasil menghidupkan karakter Shishio, walaupun cuma keliatan matanya aja tapi charisma dan bahasa tubuhnya benar-benar nyata, bukan buaian dan bukan fatamorgana *syahrini mode on*

sang master: seijuro hiko

sang master: seijuro hiko

Disini juga ada si om ganteng Fukuyama Masaharu sebagai Seijuro Hiko. Mungkin yang aneh adalah mukanya yang ageless, dari jaman Kenshin kecil sampai gede mukanya tetap sama hahaha.. tapi memungkinkan sih, secara aslinya om Fukuyama memang mukanya masih awet muda aja, padahal sekarang udah 40 tahunan 🙂 Karena belum tahu cerita manga dan anime-nya, rasanya scene antara Kenshin dan Seijuro terasa agak kentang alias kurang tergali feel-nya. Rasanya agak datar dan kurang greget *menurut analisis saya* Sejujurnya menurut saya film ini asyiknya di bagian tengah sampai akhir aja hehehe.. scene awal terasa kosong padahal mungkin itulah yang penting dalam cerita ini, gimana resolusi Kenshin untuk menghadapi masalahnya.  Yang aneh juga, lagi-lagi munculnya Aoshi. Berhubung dari awal kemunculannya di film ini memang ‘dipaksakan’, ya jadinya di endingnya juga sama hahaha.. Juppongatana juga jadi tempelan aja *sayang banget*

Di film ini juga berasa unsur politiknya, betapa politik itu busuk kalau dipegang oleh orang yang salah. Yang maunya pencitraan aja dan cuci tangan sembarangan. Menjadikan orang lain sebagai kambing hitam *cuihh* Terlihat munafiknya jika posisinya sendiri terancam. Yah, memang politik dimana-mana seperti itu dari jaman dahulu kala. Disini juga ada hikmah yang bisa kita ambil, bahwa hidup kita berharga. Sebejat-bejatnya dirimu dahulu gak menjadi alasan untuk merasa dirimu itu gak berharga. Semua orang itu punya hak hidup yang sama. Bukan berarti menjadi sok pahlawan yang rela mengorbankan dirinya untuk orang lain itu hal yang benar. Hidup itu cuma satu kali, selama masih hidup kita masih bisa berubah menjadi yang lebih baik lagi dan meninggalkan masa lalu yang suram. Kalau bukan kita sendiri yang menghargai hidup kita, siapa lagi? Setiap orang berhak dan wajar kok mempertahankan hidupnya sendiri 🙂

Overall, film ini berharga untuk kalian tonton *eeaa* Nanggung dong udah nonton film pertama dan keduanya tapi gak nonton akhirnya? Positifnya dari film ini selain yang dijelasin barusan, pasti adalah setting, kostum dan tata riasnya! Makin ciamik aja 🙂 Bahkan Kenshin – yang – rambutnya – terurai aja cantik banget loh *kalah saya* dan Kaoru saya akui ia makin cantiiiiiik. Sayangnya romance-nya gak begitu greget, padahal endingnya Kenshin melamar Kaoru loh hahaha…

makin cantik aja nih Emi <3

makin cantik aja nih Emi ❤

Takeru juga gak kalah cantik :P

Takeru juga gak kalah cantik 😛

sebenarnya ini lagi lamaran :P

sebenarnya ini lagi lamaran 😛

adegan ini manaaaaa???? kok gak ada di film?? *gigit kasur*

adegan ini manaaaaa???? kok gak ada di film?? *gigit kasur*

Sama seperti judulnya, The Legend Ends, film ini benar-benar ‘mengakhiri’ karakter Hitokiri battosai di mata masyarakat. Seiring dengan berakhirnya rencana Shishio, berakhir pula lah legenda hidup samurai pembunuh, Hitokiri battosai. Kini yang ada hanya aku dan kenangan…. Hanya ada Himura Kenshin, si pengembara.  Dan yang terakhir, OST-nya kali ini dalaaaaam banget, masih dari One OK Rock: Heartache. Happy watching guys! 🙂

otsukaresama deshita! see you on the next projects :)

otsukaresama deshita! see you on the next projects 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s