Review: Bitter Blood

Dalam rangka memperingati Hari Ayah kemarin, kali ini drama yang akan diulas juga berhubungan dengan ayah. Ooh.. biasanya kalau membahas soal orangtua pasti hati ini terasa bergetar dan haru mengingat segala kenangan dan jasa-jasa mereka ❤ Begitu banyak drama dan film yang menceritakan tentang hubungan anak dan orangtuanya……. dan hasilnya baru nonton episode 1 aja kamar udah dibanjiri air mata! *serius*

Tapi drama yang ini beda. Pesan yang disampaikan begitu dalam dan implisit, tetapi dikemas secara komedi. Ya, judulnya Bitter Blood – yang menggambarkan hubungan awkward ayah dan anak lelakinya yang dipertemukan kembali setelah berpisah sekian lama dalam satu divisi pekerjaan. Mereka sama-sama bertemu lagi di Divisi Investigasi Kepolisian Ginza 🙂 Read More

Iklan

Review: A Clinic On The Sea (Umi no Ue no Shinryoujo)

Mau nonton drama medis tapi puyeng sama istilah-istilah medisnya?

Mau nonton drama medis tapi puyeng sama alur ceritanya yang cepat?

Mau nonton drama medis tapi yang nyantai dan gak terlalu serius?

Nah dorama ini cucok banget buat kamu: A Clinic on the Sea 🙂

Dorama ini beda banget sama dorama medis lainnya, cenderung kocak dan nyantai kayak di pantai. Jadi begini ceritanya, ada seorang dokter muda nan rupawan bernama Kota Sezaki yang akan memulai karirnya sebagai dokter di klinik kapal. Klinik kapal? Ya, di Jepang kini ada sebuah klinik terapung yang melayani masyarakat yang ada di pulau-pulau terpencil – secara Jepang memang negara kepulauan. Klinik ini singgah di masing-masing pulau selama beberapa hari dan membuka praktik disana, lalu lanjut lagi ke pulau lainnya. Sistemnya bergiliran dan terjadwal, jadi misalkan di Pulau A bisa berobat di klinik itu tiap tanggal sekian tiap bulannya. Fasilitas yang ada di klinik itu juga cukup memadai sebagai fasilitas kesehatan pertama. Keren ya 🙂 Indonesia juga udah ada kok tapi masih sifatnya swasta atau swadaya masyarakat, sedangkan klinik terapung ini resmi dari program pemerintah.

Read More

Review: Rurouni Kenshin Trilogy – Part 3: The Legend Ends

Well, ini dia film yang ditunggu-tunggu akhir tahun ini, yaitu The Legend Ends! Setelah melihat film keduanya yang nanggung banget endingnya, pasti pecinta RuroKen udah gak sabaran pingin cepat-cepat nonton film terakhirnya ini 🙂

Ya, seperti pakemnya film trilogy, film terakhir umumnya berkutat pada resolusi. Kita tahu di film kedua Kenshin menghadapi lawan terberatnya, yaitu Shishio Makoto (plus Juppongatana plus Aoshi Shinomori). Di samping itu Kenshin juga mengalami masa-masa sulit saat menyadari dirinya yang sekarang ini masih belum cukup kuat untuk menghadapi Shishio, bahkan mengalahkan salah satu member Juppongatana aja masih belum sanggup. Ditambah lagi hilangnya Kaoru di tengah samudera menambah kegalauan hatinya. Kita juga ikut bertanya-tanya, bagaimana solusinya? Apa yang bisa Kenshin lakukan untuk mengatasi itu semua? As always the main hero must win, but how?

Read More

Review: Rurouni Kenshin Trilogy – Part 2: Kyoto Inferno

Setelah sukses dengan film pertamanya, akhirnya rilis juga nih film keduanya dengan side title yang gahar: Kyoto Inferno. Like I said before, the second part of the movie is the climax. Inti cerita dan masalah utamanya tuh disini *tunjuk hati* 😛 Jadi, film kedua ini cerita yang diambil adalah pertarungan yang paling sulit dan mengesankan selama daur kehidupannya Kenshin *aiih* Ya, disini lawannya Kenshin banyak dan berat, yaitu Shishio Makoto with Juppongatana dan Aoshi Shinomori.

s

ruruoni_kenshin_the_kyoto_inferno_still

Read More

Review: Rurouni Kenshin Trilogy – Part 1

Alright, ini dia film yang bikin heboh para pecinta manga dan anime sedunia: Rurouni Kenshin alias Samurai X! Seperti yang kita tahu, manga-nya sukses besar dan udah dibuat anime dan OVA-nya. Dilihat dari banyaknya adegan yang terlalu dewa untuk dilakukan di dunia nyata membuat manga ini agak diragukan bisa dibuat dalam bentuk live action. Tapi, di tahun 2012 lalu, sutradara Keishi Otomo berhasil mengadaptasi cerita ini dalam bentuk live action yang keren! Lika-liku kehidupan Kenshin yang puanjang dipadatkan menjadi tiga buah film, yaitu Rurouni Kenshin (2012), Kyoto Inferno (2014), dan yang baru rilis kemarin The Legend Ends (2014).

Actually, I haven’t read the manga, so this review is only based on the film. Oke, dalam film berbentuk trilogy biasanya film pertama berisi pengenalan tokoh dan latar belakang, di film kedua berisi inti cerita (dan rintangan yang ada), dan di film ketiga berisi tentang resolusi (gimana cara si tokoh untuk menyelesaikan masalah). Nah artikel ini akan mengulas tentang film pertamanya dulu ya, yaitu Rurouni Kenshin. Read More

Review: Ao Haru Ride (Blue Spring Youth)

Masa muda masanya para remaja

Manis asem asin ramai rasanya

Masa remaja pasti punya kenangan tersendiri. Bagi yang (merasa) udah tua (ahahaha), mungkin masa remaja dikenang sebagai masa-masa yang alay nan ababil, dimana kita belajar gimana cara mengambil keputusan dan bertanggungjawab atas itu. Apapun keputusan yang diambil, baik tepat atau tidak, itulah proses menuju pendewasaan.

Masa remaja pasti dinanti. Bagi anak muda yang baru saja melewati fase tumbuh kembang usia sekolah, masa remaja mungkin dinanti sebagai ajang aktualisasi diri. Masa remaja juga ditunggu sebagai momen untuk menata ulang kehidupan yang gak disukai waktu kecil. Karena itulah kita sering kaget kalau ternyata teman-teman sekolah dulu sifatnya begitu remaja 180 derajat bedanya. Ya, itulah proses menuju dewasa.

Kira-kira inilah hikmah yang ingin disampaikan Sakisaka Io saat membuat manga Ao Haru Ride yang lagi happening banget saat ini. Baru sampai 25-30an chapter, udah dibuat pula anime dan live-actionnya! Nah, kali ini yang diulas hanya anime aja ya. So, no manga spoilers 🙂

Read More

Review:  Zankyou no Terror (Terror in Resistance)

Akhir-akhir ini anime yang jadi hits dengan storyline yang ciamik rata-rata diangkat dari komik, novel, maupun light-novel. Lantas kamu berpikir, ada gak sih anime yang ceritanya original tapi kerennya ga kalah sama anime saduran? Of course, yes! And I’ll present to you an awesome anime to watch: Zankyou no Terror!

Anime karya dari Shinichiro Watanabe (Cowboy Bebop, Samurai Champloo) berkisah tentang terorisme. Tapi, BTB alias bukan teroris biasa. Kedua tokoh utama yang disebut teroris ini ternyata memiliki misinya tersendiri atas serangkaian terror yang mereka lakukan. Diawali dari pencurian material nuklir di Aomori (dan mereka meninggalkan pesan ‘VON’) yang menjadi misteri bagi pihak kepolisian. Polisi hanya mendapat petunjuk bahwa pelakunya yaitu dua anak remaja! Wow!

Enam bulan kemudian, kedua remaja itu masuk ke sebuah SMA di Tokyo. Apakah tujuan mereka? Hmm.. sepertinya menjadi ‘anak SMA biasa’ sebenarnya adalah kamuflase bagi mereka untuk menjalankan misi utama, yaitu meneror Tokyo!

Read More

Review:  Gekkan Shoujo Nozaki-kun (Monthly Girls Nozaki-kun)

Kalau ngomongin soal anime yang banyak ‘jebakan betmen’-nya, jawabannya satu: Gekkan Shoujo Nozaki-kun!! Don’t judge the book by its cover mungkin adalah ungkapan yang tepat buat anime ini – yang artinya kalian WAJIB NONTON anime ini dulu sebelum menilai hahahaha

Oke, kita bahas satu persatu.

  1. Kalau dilihat dari judulnya, ini pasti genre-nya shoujo. Tetot! Anda salah. Sampai saat ini pun penggemar anime dan manga ini (yup, ini diangkat dari manga karangan Tsubaki Izumi) masih berdebat, ini genre-nya shoujo apa shonen. Nah lo! Penasaran? Lanjut..
  2. Kalau dilihat dari posternya, wow banyak ikemen-nya! Pasti ujung-ujungnya harem. Tetot! Anda salah. Coba nonton dulu, benar gak cowok ikemen yang kalian lihat itu benar-benar cowok? Coba nonton dulu, yakin ada kisah cinta segi banyak ala-ala harem? Hahahaha

Read More